Menara Syahbandar Pindah ke Lapangan Banteng

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.


Ingin melihat Menara Syahbandar dari dekat? Atau jangan-jangan Anda belum pernah melihat Menara Syahbandar yang merupakan cagar budaya Indonesia? Jangan khawatir, kini Anda dapat melihatnya tanpa harus mengunjungi langsung ke daerah Pasar Ikan, Jakarta Utara.

Menara yang didirikan di kawasan Kota Tua, Jalan Pasar Ikan No. 1 ini merupakan saksi sejarah Indonesia zaman kolonial Belanda. Ia menjadi titik nol (kilometer nol) kota Jakarta sekaligus sebagai icon wisata Jakarta Utara. Menara Syahbandar berfungsi memandu keluar-masuknya kapal ke Batavia sebelum Tanjung Priok dibuka.

Kini, Menara Syahbandar dapat pula Anda lihat di Pameran Flora-Fauna, tepatnya di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat mulai 21 Juni hingga 25 Juli 2011. Replika Menara Syahbandar dihias semaksimal mungkin dan sedemikian rupa mirip dengan aslinya yang berdiri gagah di ujung Utara Jakarta. Replika setinggi enam meter juga akan dihadirkan di ajang pameran hewan dan tanaman hias sebagai tema utama dalam stand unggulan Suku Dinas Pertamanan Jakarta Utara, bertajuk Pameran Flona 2011. Selain itu, menara ini dibangun sebagai sarana mempromosikan salah satu dari 12 jalur destinasi wisata pesisir di Jakarta Utara.

Persiapan membangun replika menara ini membutuhkan waktu selama 10 hari. Hasilnya dapat dilihat dari dua sisi, tampak depan merupakan Menara Syahbandar dan tampak belakang adalah Galangan Kapal VOC. “Sengaja didesain seperti ini karena yang kita tahu Menara Syahbandar dan galangan kapal berada di satu kawasan Pasar Ikan yang merupakan satu kesatuan yang unik,” ujar Ardani, perancang desain. Di dalam menara diisi berbagai foto kawasan Jakarta Utara tempo dulu: lampu kuno, patung, dan terdapat pula ikan asin serta telur asin yang disusun dengan rapi untuk menumbuhkan image kehidupan asli di pesisir pantai. Konsep bangunan kuno dibangun melaui kisi-kisi jendela dan pintu besar yang dicat dengan warna dasar putih dan hijau. Selain itu replika dilengkapi pula dengan meriam, kolam, dan sepeda ontel yang menambah keindahan Menara Syahbandar. Sebagai syarat kriteria kemenangan, di sekitar menara ditanami tanaman buah, tanaman toge, sayuran, dan tanaman buni khas Jakarta.

Menara Syahbandar ini diikutkan dalam lomba stand dan lomba taman tingkat DKI Jakarta. Tahun lalu, Jakarta Utara meraih juara kedua dengan menampilkan replika Stasiun Tanjung Priok. Diharapkan tahun ini mereka dapat menyabet gelar dalam lomba yang dilaksanakan Dinas Pertamanan dan Pemakaman Provinsi DKI Jakarta. « [teks & foto: tinu]

2 Balasan ke Menara Syahbandar Pindah ke Lapangan Banteng

  1. jams berkata:

    wah baru tau saya…tapi fungsi utamanya apa y a…?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s