Nasib Perawat Seperti Buruh

Aksi demo menuntut disahkannya RUU Keperawatan

Newscovery.wordpress.com, Jakarta: Memperingati Hari Keperawatan Sedunia (International Nurses Day), ratusan perawat memadati gedung DPR/MPR RI Jakarta, pada Kamis (12/05), mendesak agar Rancangan Undang-Undang Keperawatan segera disahkan menjadi Undang-Undang. Mereka tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia (ILMIKI) yang sebagian diikuti mahasiswa Universitas Islam Negeri, Saint Carolus, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta, dan lainnya.

Sebagai aksi protes dan sindiran terhadap pemerintah, mereka menggelar teater sederhana di pinggir jalan raya Gatot Soebroto, Jakarta. Cerminan nyata nasib perawat Indonesia tergambar dalam drama tersebut. Menurut Humas RUU Keperawatan Nahla Jovial Nisa, “RUU Keperawatan harus segera disahkan, pemerintah tidak bisa menunda lagi. Kami akan terus demo bila tuntutan ini tidak dipenuhi.”

Wacana soal ini sudah ada sejak hampir 20 tahun lalu, sementara masuk program legislasi nasional di DPR sejak tahun 2004. “Seperti rancangan di secarik kertas saja tanpa real action. Perawat dieksploitasi layaknya seorang buruh karena tidak ada perlindungan hukum yang kuat dalam pelayanan kesehatan yang berkualitas,” sambung Nisa. Demikian juga dengan hal-hal yang boleh dan benar dilakukan perawat yang berada pada kondisi-kondisi geografis belum dipertegas. “Belum terjadi pemerataan sumber-sumber pelayanan kesehatan,” sambungnya lagi.

Demonstran siap melakukan Aksi Lanjutan Nasional apabila UU Keperawatan tidak disahkan hari itu. Rencananya aksi Sejuta Tanda tangan akan ditempelkan di depan gedung DPR, setelah 13 Mei 2011 dan masuk ke dalam rekor MURI sebagai tanda tangan terbanyak di Indonesia. « [teks – Foto : Tinu Sicara]

Karya lain dari Tinu bisa dilihat di Tinu Sicara

4 Balasan ke Nasib Perawat Seperti Buruh

  1. ad_tsy berkata:

    wah gila jga rancangan UU nya dlam mpe karang belum ad realisasi,,mcet amat birokrasi d indonesia..dh kya jlanan d jakarta…mesti hrus mnguntungk kali yua biar rancangan tu d realisasikan,,,
    aduhhh….!!!ad uang DPR syang,ga uang DPR syang dh…(wani piro)..wkwkwkwwk

  2. Fikri andreanto berkata:

    saya hanya menyarankan kalo untuk aksi di lakukan dengan dua cara yang pertama adalah aksi turun ke jalan yang kedua dengan tindakan persuasif. Persuasif di lakukan dengan sebuah pendekatan-pendekatan dengan pejabat terkait RUU keperawatan, manfaatkan bendera organisasi ILMIKI tersebut. jadi kemungkinan besar RUU bisa segera di sah kan..

  3. Yossy Defloresta berkata:

    coba bandingkan mana yang enak dibaca:
    Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia (ILMIKI) menggelar aksi unjuk rasa untuk memperingati hari Keperawatan Sedunia (International Nurses Day) di gerbang masuk gedung DPR/MPR RI Jakarta, Jalan Gatot Subroto.Kamis (12/05).

    Aksi yang diramaikan dengan teatrikal sindiran dan protes kepada pemerintah ini dikuti oleh Universitas Islam Negeri (UIN), Saint Carolus, Universitas Muhammadiyah Jakarta, dan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta.
    selain itu dalam aksinya mereka menyerukan yel-yel dan memasang spanduk dan beberapa perangkat aksi lainya.

    Humas RUU Keperawatan Nahla Jovial Nisa megatakan agar pemerintah segera mensahkan RUU keperawatan ,“RUU Keperawatan harus segera disahkan, pemerintah tidak bisa menunda lagi. Kami akan terus demo bila tuntutan ini tidak dipenuhi.” (catatan Nahla ini humas aksi atau humas RUU dari Kampus mana cing ga jelas)..silahkan membandingkan… terus berjuang dan gw salut kalian semua sudah melakukan yang terbaik layaknya seorang Jurnalis. klo jaman gw kuliah dulu gak ada yang ke gini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s