Cerita Admin Newscovery

Awalnya jumlah kami lima orang; Tinu, Nisa, Dewi, Noval dan saya, Nanda. Di tengah perjalanan, Kodrat Dinno bergabung bersama kami.  Tadinya nama kelompok ini Unyu-unyu, kemudian berganti menjadi Newscovery. ini merupakan pengalaman pertama yang ‘sungguh bikin senewen’. Kami harus mengurus sebuah newsblog dan benar-benar merasa dikejar deadline.  Selama mengurus newsblog ini saya yang jadi admin newsblog dan juga jadi admin semua media promo online (Facebook & Twitter). Jadi admin sana-sini pastinya banyak cobaan,  apalagi kalau pas waktu ‘berita naik’ saya lagi di rumah. Sekedar info, rumah saya di daerah ‘terpencil’ (baca: Kranggan), susah sinyal (modem & hp) dan jarang ada warnet 24 jam. Jadi bisa dibayangkan susahnya kalau harus  uploading data di rumah (ini yang suka jadi becandaannya anak-anak. How sad). Tapi lama-lama saya mulai terbiasa jadi admin newsblog ini.

Selama satu semester ini, tim redaksi Newscovery melakukan beberapa kali liputan, di antaranya liputan ke Kota Wisata, liputan ke Bogor, ke Taman Buah Mekar Sari, ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII), liputan Flona 2011, dan liputan Jakarta Fair 2011. Dari liputan tersebut, beberapa kali saya absen, seperti saat ke Taman Buah Mekar Sari dan liputan Flona 2011. Sedangkan untuk liputan per orangan saya pernah liputan ke Jalan dr Satrio, Jakarta, untuk mengambil foto kemacetan lalu lintas. Selain itu, saya juga liputan ke Cilandak Mall untuk meliput Jakarta Great Sale 2011. Liputan bersama tim Newscovery yang pertama adalah ke Kota Wisata, Cibubur. Di sana kami meliput mengenai pernak-pernik Kampung Cina, untuk rubrik Travel. Selanjutnya liputan bersama ke TMII. Di TMII kami meliput beberapa tempat, seperti Kelenteng Kong Miao, Taman Budaya Tionghoa, dan beberapa anjungan baru di sana. Di TMII kami juga liputan untuk rubrik travel. Liputan ini kami lakukan pada akhir bulan April 2011.

Selanjutnya liputan tim redaksi Newscovery adalah ke kota hujan, Bogor, pada tanggal 2 Juni 2011. Kami (Nisa, Tinu, Noval, Dewi dan saya sendiri, Nanda) ke Bogor naik kereta dari Stasiun Lenteng Agung. Sampai di Bogor naik satu kali angkot lagi menuju tempat liputan. Kami sampai di Resto Pastel & Pizza Risttafel tepat saat jam makan siang. Kami pun memesan menu andalan di sana, yaitu Pizza Meteran. Setelah puas menyantap hidangan dan mendapat materi untuk menulis, kami melanjutkan perjalanan ke Kebun Raya Bogor. Menurut pedagang kaki lima, jarak ke Kebun Raya Bogor tidak terlalu jauh dari tempat kami, Jalan Bina Marga, maka kami memutuskan berjalan kaki menuju Kebun Raya Bogor (ternyata lumayan jauh). Sampai di sana kami belum tahu mau meliput apa, tapi akhirnya kami punya ide untuk melakukan promo offline. Hasil foto dari promo offline, kami masukkan ke rubrik foto Newscovery. Dari liputan-liputan tersebut yang paling berkesan adalah liputan bersama tim redaksi ke Arena Pekan Raya Jakarta 2011, Kemayoran.

Awalnya liputan ini untuk memenuhi tugas mata kuliah produksi jurnalistik cetak. Tugasnya adalah membuat majalah dengan nama D’Journal. Tim Newscovery kebetulan bergabung bersama beberapa anggota Stardio dan satu orang anggota Labirin. Kelompok ini berjumlah 10 orang, yaitu; Richaldo, Oktavianus, Ibnu, dan Dony dari Stardio, Machardi dari Labirin, dan sisanya dari Newscovery (Tinu, Nisa, Noval, Dewi dan saya sendiri, Nanda). Sore itu, sabtu 11 Juni 2011 kami mengadakan rapat redaksi bersama. Hasilnya, kami memutuskan mengangkat Jakarta Fair 2011 sebagai liputan khusus, dan akan liputan pada Minggu 12 Juni 2011. Noval yang kebagian menulis untuk rubrik liputan khusus ini, tapi sesuai kesepakatan semua anggota ikut liputan ke Jakarta Fair 2011, di Arena Pekan Raya Jakarta (PRJ), JIExpo, Kemayoran.

Besoknya, sesuai rencana kami liputan ke PRJ. Semua Anggota ikut, ditambah dua orang teman dari jurusan advertising, Bage dan Bojes. Kami berangkat dari kampus kira-kira setelah maghrib. Meskipun menggunakan motor, perjalanan ini tetap seru, karena kami seperti konvoi. Sampai di sana jam delapan malam. Sebelum masuk, sempat terjadi masalah karena tidak semua mau masuk, tapi setelah dikompromikan akhirnya semua anggota ikut masuk ke dalam Arena PRJ. Di dalam, tim dibagi menjadi dua bagian. Richaldo, Machardi, dan Ibnu ditambah Bage dan Bojes liputan di sekitar Hall D. sedangkan saya, Tinu, Dewi, Nisa, Okta, Dony dan Noval mencoba mencari informasi di Media Centre dan sekitar Hall A. Hanya butuh waktu sekitar satu jam setengah, kami menyelesaikan liputan.

Tim Richaldo dkk, memilih untuk mengisi perut dulu sebelum kembali melanjutkan muter-muter di PRJ. Sedangkan saya dan teman-teman memilih langsung muter-muter PRJ. Sepanjang muter-muter, laki-laki yang ikut muter sama saya ngga mau rugi, contohnya Okta, begitu lihat Sales Promotion Girl Cantik langsung diajak foto bareng. Sedangkan Dony dan Noval, rajin ngambil foto Sales Girl Promotion yang bajunya ‘kurang bahan’. Sedangkan saya dan teman-teman lain cuma bisa ketawa karena tingkah laku teman-teman satu kelompok ini. Setelah pegel muter-muter, kami janji untuk kumpul lagi di dekat panggung utama. Kebetulan Naif yang lagi manggung malam itu. Saya dan yang lain setia nonton Naif sampai akhir.

Penampilan Naif malam itu benar-benar memukau, David sebagai vocalis bisa menghidupkan suasana dan mengajak penonton bernyanyi bersama. Tua dan muda ikut hanyut dalam merdunya suara David. Lagu melo ataupun energik semua ikut bernyanyi dan bergoyang termasuk kami. 12 lagu dari Naif seperti menyihir kami para penontonnya, tak terasa sudah tengah malam. Acara pun berakhir, PRJ berangsur sepi. Bukannya ikut pulang meninggalkan PRJ, kami malah asyik foto-foto, maklum foto-fotonya pakai kamera baru Dewi. Satu, dua, tiga dan seterusnya sampai kami lupa waktu, sudah hampir jam satu dini hari. Kami pun bergegas.

Salah satu anggota kami, Nisa hanya diberi izin setidaknya sampai rumah jam satu dini hari, karena itu kami langsung tancap gas. Di tengah jalan teman-teman bimbang antara pulang atau lanjut nongkrong sampai pagi. Tapi berhubung Nisa harus pulang, keputusannya kami mengantar Nisa dulu. Sesampainya di rumah Nisa, sekitar jam tiga dini hari banyak yang mau isi perut dulu. Akhirnya kami memutuskan untuk isi perut di daerah Lenteng Agung, dekat rumah Nisa. Makanan yang ada tinggal ketoprak, jadilah kami semua menyantap ketoprak.

Setelah selesai isi perut, kantuk pun menyerang. Akhirnya kami memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing. Sebelum pulang, teman-teman mengambil motor dan barang yang sebelumnya dititip di kosan saya. Kira-kira jam setengah lima pagi sampai kosan. Siangnya saya memeriksa foto-foto hasil liputan, saya kaget karena foto narsisnya lebih banyak daripada foto liputannya. Hari jumatnya, saat mata kuliah jurnalistik online, ternyata PRJ menjadi salah satu liputan wajib. Saya merasa sangat beruntung karena baru saja liputan di sana. Jadi, data yang kami (Newscovery) pakai untuk tugas produksi jurnalistik cetak, kami pakai juga untuk materi jurnalistik online, begitupun dengan Stardio dan Labirin. Cerita liputan ini paling berkesan, karena pertama kalinya liputan semalam suntuk.

Cerita liputan terakhir waktu Jakarnaval 2011, 26 Juni 2011. Dag dig dug karena pertama kali liputan di acara semeriah ini. ya walaupun cape, tapi menyenangkan. Terlebih dapet pengalaman liputan bareng sama wartawan asli. Kurang lebih beginilah cerita dari admin Newscovery selama penggarapan newsblog berlangsung.

[teks: nanda – foto: dokumentasi bersama]

2 Balasan ke Cerita Admin Newscovery

  1. hagi berkata:

    di luar foto-foto narsisnya, saya cukup menikmati tulisan ini.
    terimakasih nanda.
    keep up the goodwork..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s