Pengalaman Baru Bersama Newscovery

Newscovery biasanya mengadakan rapat redaksi setelah selesai mata kuliah Jurnalistik Online. Dalam rapat redaksi Pemred membahas tentang perkembangan Newsblog dan menetukan tempat tujuan liputan selanjutnya. Tidak hanya itu kita juga membahas akan mengisi apa saja untuk Newsblog kami. Seperti rubrik resensi untuk buku, film dan musik biasanya teman-teman mengusulkan apa yang menarik.

Liputan Travel Newscovery pertama ke Taman Mini Indonesia Indah, di sana kami mengunjungi anjungan-anjungan yang baru saja dibuka. Liputan selanjutnya Saya dan teman-teman bertolak ke Cibubur tempat wisata Kampung Cina. Kami mewawancarai beberapa pengunjung dan pedagang di sana. Liputan ini, liputan tersingkat kami karena jam 16.00 wib kita harus kembali ke kampus untuk mengikuti mata kuliah Metode Penelitian Komunikasi. Sesampainya kami di Jalan TB.Simatupang hujan deras mengguyur. Walaupun sempat beberapa kali kami neduh, akhirnya sampai juga di kampus.

Menuju kota hujan, saya dan teman-teman Newscovery berangkat pada hari kamis, 2 Juni 2011. Setelah crew newscovery kumpul kita berangkat naik Kereta Api ekonomi menuju Bogor, Jawa Barat dari Stasiun Lenteng Agung. kereta yang kami tumpangi menuju Bogor cukup penuh. Di tengah kepadatan kereta masih saja ada pedagang yang berlalu lalang. Mulai dari penjual minuman, kue-kue kecil, perlengkapan handphone, aksesoris wanita, mainan anak-anak, pedang buah tidak ketinggalan penjual sayuran pun ada, mulai dari penjual cabai hingga ikan asin. Ini menjadi pemandangan baru buat saya, yang sehari-hari jarang menggunakan alat transportasi ini.

Tiba lah kami di Stasiun Bogor, sesuai rapat redaksi sebelumnya, Tujuan kita kali ini kuliner kesebuah tempat makan yang letaknya tidak jauh dari stasiun Baranangsiang. kuliner ini direkomendasikan oleh pemred kami, Nanda Indri, itung-itung sekalian refresing kami kesana. Pizza Meteran, itulah tujuan utama kami sesampainya disana kami beristirahat sejenak dan memesan menu tujuan kami “PIZZA METERAN”. Kami memesan setengah meter pizza yang harganya hampir sekitar delapan puluh ribu rupiah dan minuman sesuai selera masing-masing. Tidak ingin melewatkan moment pizza ini, kami mengabadikan pizzanya dengan sebuah kamera. Setelah lebih dari dua jam kami berada disana kamipun bersiap meninggalakan Resto Risttafel ini.

Masih dihari yang sama, Newscovery melanjutkan perjalanan ke Kebun raya Bogor. sembilan ribu lima ratus rupiah harga tiket masuk untuk satu orang. Kamipun berjalan masuk dan berhenti sejenak untuk beristirahat. Disela-sela istirahat ada saja diantara kami yang berfoto, hingga akhirnya foto-foto tidak pernah lepas dari kebiasaan kami disetiap liputan. Ditengah perjalanan kami berinisiatif melakukan promo offline meminta pengunjung membuka Newsblog kami, tidak lupa kita minta mereka berfoto memegang stiker Newscovery.

Ditengah perjalanan kami beristirahat disebuah mesjid sekaligus shalat Ashar yang sudah hampir jam 17.00wib. Terdengar suara gaduh ternyta Noval dan Tinu berebut sisa air minum, kamipun tertawa karena tingkah mereka seperti anak kecil. Selesai shalat kami melanjutkan perjalanan menuju pintu keluar. Rasa lelah dan haus yang saya rasakan, ingin rasanya membeli air mineral namun tidak ada satu penjual yang masih berdagang. Tibalah kami dipintu keluar, saya bergegas mencari penjual air mineral, rasa dahaga sedikit terobati, namun rasa pegal dikaki semkain terasa.

Akhirnya newscovery crew tiba distasiun Bogor. Kami berharap masih ada tempat duduk didalam kereta, melihat beberapa gerbong penuh, kami pindah digerbong yang lain. Ada kejadian yang membuat saya shock, saat masuk kedalam gerbong mata saya langsung tertuju kepada beberapa lelaki berambut gimbal, dengan gaya anak pank sedang berbicara kasar tentunya dengan suara yang keras. Saya panik dan spechless berkata “itu rusuh” langkah kaki sayapun kembali turun dari gerbong tersebut begitupun dibarengi dengan teman-teman lain.

Kamipun pindah kegerbong yang lain walaupun harus berdiri, setidaknya saya sudah merasa aman. Nanda, menghampiri saya dan berkata “ anak pank tadi bukan rusuh, tetapi mereka sedang drama” sayapun bingung mendengar penjelasan nanda, karena yang saya lihat itu tidak seperti orang drama melainkan seperti orang ribut. Mungkin saya tidak terbiasa melihat hal-hal seperti itu dan kejadian-kejadian aneh dikereta saat itu menambah pengetahuan saya.

Liputan ini berbeda dari liputan lainnya Pekan Raya Jakarta, tujuan kita kali ini untuk liputan tugas Produksi Media Cetak dalam mengisi laporan utama Majalah kelompok kami yang terdiri dari Newscovery dan Stardio Namun kesempatan ini tidak dilewatkan oleh Newscovery untuk dijadikan berita terbaru di Newsbolg kami. Setibanya kami didalam, suasana nampak begitu ramai. Beberpa diantara kami berpisah untuk memenuhi tanggung jawab rubriknya masing-masing. Kami sempat berkeliling melihat stand-stand penjualan di PRJ bersama Stardio, Newscovery crew berjalan dengan senda gurau yang tiada henti menyaksikan para lelaki itu dengan tingkahnya mendekati para Sales Promotion Grils (SPG) yang cantik-cantik. Dipanggung utama Naif hadir dengan suara emasnya menghipnotis para pengunjung PRJ dengan semua lagu cintanya. Kanan kiri saya saat itu, cowok-cowok dengan wajah super serius namun mereka dapat larut juga dalam penghayatan lagu cintanya Naif. Suasana nyanyi bareng, kebersamaan, begitu terasa.

Tak terasa saya melewati pergantian hari bersama teman-teman Newscovery dan Stardio. Ini untuk pertama kalinya saya berada diluar hingga pagi tanpa kedua orangtua, sedikit takut diomelin, namun setelah saya telepon tidak ada reaksi memarahi saya, justru malah sebaliknya mama yang menunggu saya sampai pulang. Setelah larut dalam lagu cintanya Naif, sebelum pulang kami menyempatkan untuk foto bersama-sama. Jarang sekali saya mendapatkan moment ini di pergantian hari tertawa, bersendagurau bersama. Sekitar jam 01.00 kami keluar dari pintu utama PRJ menuju parkiran motor kami, nampak disana hanya tinggal beberpa motor yang terparkir. Kamipun beranjak pulang bersama-sama.

Ditengah perjalanan, masih didaerah Senen, Jakarta Pusat saya menemukan pemandangan baru. Potret Jakarta di Tengah Malam, para perempuan dengan pakaian sexy berdiri dipinggir jalan, tidak hanya itu penglihatan saya juga tertuju dengan sepasang muda-mudi yang sedang bersama. Separuh badan jalan yang tersulap menjadi panggung dangdutpun nampak disepanjang jalan. Para perempuan yang asik menyanyi dengan beberapa lelaki. Sempat beberapa teman-teman Stardio meledeki mereka. Ini menjadi pengalaman baru untuk saya. Ditengah perjalanan beberapa teman-teman ingin melanjutkan perjalanannya lagi, namun karena saya tidak enak dengan kedua orangtua yang telah menanti dirumah, saya sempat meminta pulang sendiri, namun Richaldo lelaki yang “katanya berwajah menyereamkan ini” justru tidak mengijinkan saya pulang sendiri dan mengantar saya pulang kerumah dengan semua teman-teman lainnya. Terimaksih untuk richaldo dan teman-teman lainnya.. (*jadi terharu)

Tidak ketinggalan liputan flona dan jakarnaval 2011. Pada liputan Flona, kami kelapangan Banteng setelah selesai PKL, suasananya belum terlalu ramai karena baru beberapa hari pameran Flona ini dibuka dan pada saat liputan parade sesampianya kami di Monas ratusan masyarakat hadir menyakisakn karnaval mobil hias ini, setelah menyaksikan parade itu kami masuk kedalam halaman monas dan sepakat untuk mengangkat tema sampah dari sisa parade itu.

Kali ini bukan liputan travel dan tidak bersama teman-teman Newscovery karena niat awal saya menemani Rizky menonton film Insidious yang juga akan saya buat sebagai resensi film terbaru. Saat langkah kaki ini belum sampai kedepan XXI, namun mata saya tertuju pada spanduk yang terpampang tulisan Great Sale 2011. Tanpa berpikir panjang dengan bermodalkan handphone yang dipegang saya langsung mengabadikan suasanan keramaian pusat perbelanjaan tersebut, naik ke lantai dua saya bertemu dengan teman SMP yang saat itu berkerja menjadi salah satu SPG disana, langsung saja saya mewawancarainya, dan mewawancarai beberapa pengunjung yang sedang asik berbelanja. Jadilah liputan dadakan Great sale 2011.

Tidak hanya liputan dadakan Great Sale saja pada saat saya, Tinu, Noval, Dewi sedang melaksanakan parktek kerja lapangan (PKL). Nanda memberi kabar kaalu di DPR sedang ada demo keperwatan, dan Ternyata kami pulang PKL lebih awal, langsung saja kita menuju DPR walaupun harus tanpa Nanda karena jarak tempat PKL kami tidak begitu jauh dengan gedung DPR. Sesampainya disana kami melihat aksi ratusan pendemo yang menyuarakan tuntutan hak atas PT.Newmont Nusa Tenggara. Disaat yang bersamaan massa pendemo yang menyuarakan undang-undang keperawatan memenuhi gerbang depan gedung DPR. Padahal tujuan awal kami datang kesana untuk meliput demo keperawatan, namun disana kita mendapatkan dua berita sekaligus, saya salut aksi demo mereka berjalan dengan tertib.

Itulah liputan saya bersama teman-teman Newscovery, suka duka kami lewati bersama, mata kuliah Jurnalistik Online’lah yang membuat kami semakin akrab.  terima kasih untuk semua kerjasamanya. Newscovery.. Covering Your World Faster

[teks: nisa – foto: dokumentasi bersama]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s