JIWA BERBAGI SEORANG TENTARA

Menjadi tentara bukan impian Ahmad Yani Basuki. “Saya lulus Fakultas Dakwah IAIN Sunan Ampel pada 1982. Lalu saya melihat pengumuman rekruitmen PK [Perwira Karir]. Tiba-tiba hati saya bilang, ini cocok,” katanya.

Pria yang menghabiskan masa kanak-kanak hingga dewasa di Blitar, Jawa Timur ini kemudian bergabung pada dunia militer sejak lulus dari kampusnya. Meski latar belakang keluarga bukan dari anggota TNI, ia mencoba untuk menjalani berbagai tes untuk menempuh ujian masuk militer, lolos seleksi Pak Yani, begitu ia biasa disapa, menempuh pendidikan selama 2 tahun, dan menjadi Perwira Karir pada tahun 1984 Brigadir Jenderal. Pengalaman pertama Yani ditugaskan sebagai perwira Bintal [Pembina mental] Yon Kav 5 Serbu, sesuai latar belakang akademisinya. read more

Pos ini dipublikasikan di Profil. Tandai permalink.