Lahan Parkir Masih Jadi Kendala di Jakarta Fair 2011

Jakarta Fair 2011 kini hadir kembali menyambut kemeriahan ulangtahun Jakarta yang ke-484. Jakarta Fair resmi dibuka pada 9 Juni 2011 dan akan berlangsung hingga 10 Juli 2011 mendatang. Tema acara Jakarta Fair tahun ini adalah “Jakarta Fair Turut Mempercepat Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia”. Sedangkan sub temanya adalah “Melalui Kegiatan Jakarta Fair Mengajak Seluruh Warga Bangsa Fokus Pada Perbaikan Iklim Investasi, Perluasan Lapangan Kerja, Memajukan Kesejahteraan Rakyat, dan Perkuat Daya Saing Indonesia di Pasar Dunia”.

Acara yang digelar setiap tahun ini tidak pernah sepi pengunjung. Hampir setiap tahun mengalami peningkatan, begitu pula dengan jumlah stand. Tahun ini terdapat 2.600 stand dari berbagai perusahaan yang tergabung dalam Jakarta Fair, mulai dari stand yang menjual makanan, gadget, furniture, sampai kendaraan roda dua dan empat. Berbagai hiburan, juga lengkap di Jakarta Fair, seperti JIEXPO Music Concert 2011 yang dimeriahkan band-band ternama di antaranya Ungu, SLANK, ST12, NIDJI, Kotak, Sheila On 7, dan band-band ternama lainnya. Selain itu ada juga Panggung Budaya Gambir Expo yang menampilkan parade lagu-lagu Benyamin, dangdut, dan kebudayaan yang ada di Indonesia. Semua ditampilkan  selama 32 hari nonstop dengan 250 artis pendukung.

Kemeriahan acara ini menjadi daya tarik tersendiri, sehingga membuat jumlah pengunjung  membludak. Lahan parkir menjadi salah satu masalah dalam penyelenggaraan Jakarta Fair 2011. Menurut Panitia Jakarta Fair 2011, Minggu 12 Juni 2011, mereka telah menyiapkan lahan parkir yang mampu menampung sedikitnya 10 ribu mobil dan 15 ribu sepeda motor. Terdapat lima pintu masuk parkir dengan 17 loket dan terdapat empat pintu masuk motor dengan 16 loket. Panitia juga telah menerjunkan sedikitnya 54 petugas yang didukung 165 personel juru parkir untuk membantu pengunjung mendapatkan lahan parkir di Arena Pekan Raya Jakarta Kemayoran. Panitia telah mempersiapkan pelayanan sedemikian rupa demi kelancaran dan kenyamanan pengunjung karena lahan parkir ini akan dipenuhi pengunjung selama Jakarta Fair berlangsung.

Di sisi lain, lahan parkir di luar yang disediakan panitia [tidak resmi] juga menjadi pilihan pengunjung. Tarif resmi parkir Jakarta Fair diberlakukan flat, Rp 15.000 untuk mobil dan Rp 8.000 untuk sepeda motor. Sedangkan tarif parkir tidak resmi berkisar Rp 20.000 – 50.000 untuk mobil dan Rp 5.000 untuk sepeda motor. Meskipun lahan parkir yang tidak resmi tidak tertata dengan rapi dan kurang penerangan, tapi tetap dipenuhi kendaraan. Harga yang lebih mahal untuk parkir mobil tidak jadi masalah, karena pengunjung beralasan tidak ingin repot berputar-putar mencari tempat parkir di dalam Arena Pekan Raya Jakarta.

Meski panitia telah mempermudah dan menyediakan lahan parkir yang memadai, ternyata tetap ada keluhan dari pengunjung. Lahan parkir tidak resmi ataupun lahan parkir di dalam arena memang terlihat penuh, jadi tidak salah jika ada pengunjung yang menyatakan masih kekurangan lahan parkir. Simak saja yang dikatakan Yanto, salah satu pengunjung Jakarta Fair, pada Minggu 12 Juni 2011. “Masalahnya, kurang lahan parkir di Pekan Raya Jakarta dan sedikit tempat khusus beristirahat.” « [teks: noval & nanda – foto: google ]

Karya lain darin Noval dan Nanda bisa dilihat di Noval Randy / Nanda Indri

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s